Olahraga Tidak Menurunkan Berat Badan

Olahraga Tidak Menurunkan Berat Badan


VIVAnews – Selama ini, olahraga selalu diidentikkan dengan penurunan berat badan. Tetapi menurut penelitian terbaru olahraga itu ternyata tidak berpengaruh pada penurunan badan. Seperti yang kita tahu olahraga itu membakar kalori, yang sangat penting bagi penuruan berat badan. Masalahnya, setelah berolahraga, kita akan merasa lapar dan untuk mengatasinya kita akan makan. Jika kita berolahraga tetapi makanan yang dikonsumsi lebih banyak tentunya tidak akan menimbulkan efek menurunnya berat badan. Persoalannya bukan pada pemilihan makanan tetapi bagaimana olahraga memicu rasa lapar. Rasa lapar itulah yang memicu seseorang untuk mengonsumsi lebih banyak kalori. Lalu pertanyaannya apakah olahraga dibutuhkan dalam proses penurunan berat badan ? Jawabannya ternyata cukup mengejutkan. Menurut tulisan dari penulis rubrik kesehatan di majalah Time, John Cloud, tentang sebuah studi perbandingan berat badan wanita, wanita dengan berat badan berlebih yang berolahraga dibandingkan dengan wanita yang tidak berolahraga, berat badannya tidak jauh berbeda. Studi tersebut melibatkan empat wanita, tiga wanita melakukan olahraga dengan jenis berbeda dengan didamping pelatih pribadi selama enam bulan. Kemudian, satu wanita hanya menjaga makanan dan tidak melakukan olahraga, hasilnya adalah berat badan mereka tidak jauh berbeda. Penelitian lain juga menunjukkann hal demikian. Gary Taubes, penulis “Good Calories, Bad Calories” membuat kesimpulan yang mirip dengan studi perbandingan tersebut. Olahraga memang penting untuk menjaga kesehatan tetapi tidak untuk menurunkan berat badan. Untuk menjaga berat badan agar stabil bisa dilakukan dengan olahraga tetapi tidak untuk menurunkan berat badan. Cloud mengungkapkan dengan adanya fakta tersebut bukan berarti manfaat olahraga dikesampingkan. Olahraga tetap diperlukan untuk kesehatan hanya saja efeknya tidak cukup signifikan untuk menurunkan berat badan.

EFEKTIVITAS KAFEIN DALAM BEROLAHRAGA

 

1. Kandungan Yang Terdapat Pada Kafein

Efektor utama yang terkandung dalam kopi adalah kafein. Kafein memberikan efek antagonis terhadap reseptor adenosin, meningkatkan tekanan darah dan homosistein, menstimulasi oksidasi lemak dan pelepasan asam lemak bebas, serta menurunkan sensitivitas insulin. Di lain pihak, selain mengandung kafein, kopi juga mengandung berbagai komponen lain, seperti antioksidan, kalium, niasin, magnesium dan fitokemikal lainnya yang sebaliknya, memberi efek proteksi terhadap sistem kardiovaskuler. Berbagai studi menunjukkan kandungan kafein sebanyak 200 mg (± 280 gram atau 10 ounces kopi) secara signifikan memperbaiki kemampuan untuk berkonsentrasi, terutama apabila sedang mengantuk, namun kandungan kafein yang berlebihan tidak memberikan hasil yang lebih baik. Dosis tunggal kafein sebanyak 500 mg menunjukkan perburukan kemampuan berpikir sebagian besar individu. Kafein umumnya relatif tidak berbahaya jika digunakan secara sedang (2 cangkir sehari), namun dengan dosis yang lebih tinggi, kafein dapat menyebabkan gejala-gejala anxietas (gelisah), seperti berkeringat, tegang dan tidak mampu berkonsentrasi.

2. Efektifitas Kafein Dalam Olahraga

Selain dapat memberikan peningkatan konsentrasi karena bersifat stimulan terhadap sistem pusat syaraf, beberapa penelitian juga  menunjukan bahwa konsumsi kafein mempunyai efek ergogenik yang mampu meningkatkan performa olahraga  terutama pada   olahraga endurans yang  berdurasi panjang seperti sepeda jarak jauh atau juga marathon serta pada olahraga intensitas tinggi berdurasi singkat.

Teori  paling popular dari efek ergogenik kafein terhadap performa olahraga ini disebabkan oleh dua mekanisme utama yang terjadi di dalam tubuh  yaitu :

  1. Kafein dapat meningkatkan proses penyerapan dan juga pelepasan ion kalsium di dalam sel-sel otot.
  2. Kafein dapat menstimulasi pengeluaran asam lemak dari jaringan adipose tubuh.

Mekanisme yang  pertama disebutkan dapat memberikan manfaat postif bagi atlet cabang olahraga intensitas tinggi berdurasi singkat karena peningkatan proses penyerapan dan pelepasan ion kalsium dapat membantu untuk meningkatkan kekuatan serta efisiensi kontraksi otot.

Sedangkan  mekanisme yang kedua dapat memberikan manfaat bagi performa olahraga  endurans karena stimulasi pengeluaran  asam lemak dapat meningkatkan pengunaan lemak sebagai sumber  energi  sehingga membantu menghemat pemakaian karbohidrat (glikogen otot) pada tahap-tahap awal saat aktivitas olahraga baru mulai berjalan. Kombinasi antara peningkatan pembakaran asam lemak dan penghematan pemakaian glikogen otot ini membuat  seorang atlet  mempunyai cadangan  energi dalam bentuk karbohidrat  yang relatif lebih banyak sehingga secara teoritis akan mempunyai daya tahan dan performa endurans yang lebih baik.

Peningkatan performa endurans ini salah satunya ditunjukan oleh penelitian yang dipublikasikan dalam  Jurnal Of Sports Science, di mana konsumsi kafein dibandingkan dengan konsumsi non-kafein sebelum latihan olahraga menghasilkan  peningkatan  pembakaran lemak tubuh yaitu 145 vs 120 mg/mol serta kemampuan daya tahan atlet dalam olahraga endurans yaitu 131 vs 123 menit.

3. Jumlah Konsumsi

Di dalam berbagai produk komersial, kafein selain terkandung di dalam kopi, teh, produk coklat atau juga susu coklat, juga banyak digunakan sebagai bahan tambahan dalam produk-produk  minuman seperti  dalam minuman cola (soft drink) ataupun juga minuman berenergi (energi drink).

Kafein dalam interval waktu 30-60 menit setelah dikonsumsi dapat terserap secara sempurna ke dalam tubuh.  Sehingga untuk mendapatkan efek ergogenik dari kafein, waktu ideal untuk mengkonsumsi kafein  adalah pada 1-2 jam sebelum berolahraga dengan jumlah konsumsi sebanyak 2-3 mg per kg berat badan. Pola konsumsi ini masih dalam batas yang diizinkan oleh IOC dan  secara signifikan  dapat meningkatkan pembakaran lemak, menghemat pemakaian glikogen otot serta meningkatkan performa endurans hingga 20%.

Karena kafein bersifat diuretik dan  dapat merangsang pengeluaran urin, maka atlet yang mengkonsumsi kafein sebelum latihan/pertandingan  olahraga dianjurkan untuk   mengimbanginya dengan konsumsi air yang cukup agar level air di dalam tubuh tetap terjaga dan dapat terhindar dari dehidrasi. Perlu juga untuk diketahui bawah konsumsi kafein tidak direkomendasikan dilakukan setelah selesai olahraga karena dapat menghambat proses pengembalian cairan tubuh (rehidrasi).

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN JANIN DAN INDIVIDU

  1. PENGARUH IBU TERHADAP PERKEMBANGAN JANIN
  1. Gizi Ibu

Gizi makanan ibu berpengaruh pada pertumbuhan janin. Pengaturan gizi yang baik akan berpengaruh positif, sedangkan bila kurang baik maka pengaruhnya negatif. Pengaruh ini tampak jelas pada bayi yang baru lahir dalam hal panjang dan besarnya. Panjang dan besarnya bayi dalam keadaan normal bila gizi juga baik. Gizi yang berlebihan mengakibatkan bayi terlalu panjang dan terlalu besar. Bayi yang terlalu panjang dan terlalu besar bisa menyulitkan proses kelahiran. Sedangkan ibu yang kekurangan gizi, bayinya pendek, kecil, dan kondisi kesehatannya kurang baik.

Menu protein tinggi dibutuhkan oleh ibu hamil. Protein diperlukan untuk pertumbuhan bayi yang dikandungnya. Kelahiran premature lebih banyak terjadi pada ibu yang kekurangan gizi. Bayi premature umumnya berat badannya kurang, cenderung mengalami hambatan dalam perkembangannya, bak hambatan pertumbuhan fisik, hambatan perkembangan gerak, maupun hambatan perkembangan mental. Faktor penyebab utama kekuangan gizi pada ibu hamil adalah kondisi social ekonomi yang rendah.

Bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil akan menimbulkan masalah, baik pada ibu maupun janin, seperti diuraikan berikut ini.

a. Terhadap Ibu

Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara lain: anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal, dan terkena penyakit infeksi.

b. Terhadap Perslinan

Pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya (premature), pendarahan setelah persalinan, serta persalinan dengan operasi cenderung meningkat.

c. Terhadap Janin

Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan kegururan , abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, asfiksia intra partum (mati dalam kandungan), lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR)

Sunber :

Manik, R. 2000. Pengaruh Sosio Demografi, Riwayat Persalinan dan Status Gizi Ibu terhadap Kejadian BBLR, Studi Kasus di RSIA Sri Ratu Medan. Skripsi Mahasiswa FKM USU. Medan.

Baca lebih lanjut

MACAM-MACAM SENDI DAN BAGIAN YANG BERSENDI

 

MACAM-MACAM SENDI DAN BAGIAN YANG BERSENDI PADA MANUSIA

By: Galih Rosy

 

PERSENDIAN YANG ADA DI CRANIUM (TENGKORAK) :

  • Articulation teraporomandibularis:
  1. Fossa mandibularis
  2. Capitulum mandibulae

SENDI ANTARA CRANIUM DAN COLUMNA VERTEBRALIS :

  • Articulation atlanto occipetalis :
  1. Condyli occipetalis
  2. Fovea articularis superior atlantis
  • Articulation atlanto epistrophica (pemutar):
  1. Facies articularis inferior atlantis
  2. Facies articularis superior epistrophei
  • Articulation atlanto dentalis anterior :
  1. Facies articularis anterior dens epistrophei
  2. Fovea dentis atlantis
  • Articulation Atlanto Dentalis Posterior :
  1. Facies articularis posterior dens epistrophei
  2. Lig. Transversum atlantis

 

PERSENDIAN ANTARA VERTEBRALIS DAN COSTAE :

  • Articulation Costovertebralis :
  1. Facies articularis capituli costae superior

Fovea costalis inferior

  1. Facies articularis capituli costae inferior

Fovea costalis superior

  • Articulatio Costotransversaria :
  1. facies artucularis tuberculi costae
  2. fovea costalis transversalis

 

Hubungan Antara Sternum Dan Costae Terdapat Dua Jenis Yaitu Jenis Synchondrosis Dan Articulations. Pembagiannya Adalah :

  • Synarthrosis Sterno Costalis :
  1. incisura costalis I
  2. cartilage costalis I

 

  • Articulatio Sternocostalis :
  1. incisura costalis II – VII
  2. cartilago costalis II – VII

 

Pada sternum (tulang dada) terdapat persendian jenis synchondrosis symphysis sterni yaitu persendian antara :

  • manubrium sterni (tungkai)
  • carpus sterni (badan)

 

PERSENDIAN SCELETON EXTREMITATIS SUPERIOR

Skeleton extrimitas superior disebut dengan rangka anggota atas yang terdiri dari 64 tulang yaitu :

  1. gelang bahu :
  1. os. Scapula : tulang belikat
  2. os. Clavicula : tulang selangka
  1. rangka anggota bebas (skeleton extremitas liberae superior)
  1. os. Humerus : tulang lengan atas
  2. os. Radius : tulang pengupil
  3. os. Ulna : tulang hasta
  4. os. Sterni : tulang pangkal tangan yaitu terdiri dari :
  • os. Naviculare : tulang bentuk kapal
  • os. Lunatum : tulang bentuk bulan
  • os. Triquetrum : tulang bentuk segitiga
  • os. Multangulum majus : tulang segibanyak besar

  • os. Multangulum minus : tulang segibanyak kecil

  • os. Capitatum : tulang kepala
  • os. Hamatum : tulang berkait
  • os. Pisiforme : tulang kacang
  1. os. Metacarpus : tulang tapak tangan yang terdiri dari 5 tulang uaitu
  • os. Metacarpale I,II,III,IV,V

  1. os. Digitimanus (tulang jari-jari tangan) yang terdiri dari :
  • digitus I (ibu jari) yang terdiri dari 2 phalang (2 ruas jari)
  • digitus II,III,IV,V masing-masing terdiri dari 3 phalang

PERSENDIAN GELANG BAHU (CINGULUM EXSTRIMITATIS SUPERIOR) TERDIRI DARI OS. SCAPULA (TULANG BELIKAT) DAN OS. CLAVICULA (TULANG SELANGKA)

  • Articulatio Sternoclavicularis :
  1. incisura clavicularis
  2. facies articularis sternalis
  • Articulatio Acromio Clavicularis :
  1. facies articularis acromii
  2. facies articularis acromialis

 

PERSENDIAN RANGKA ANGGOTA BEBAS (SKELETON EXSTREMITATIS LIBERAE SUPERIOR) DIMULAI DARI PERSENDIAN ANTARA SCAPULA DAN HUMERUS YAITU:

  • Articulatio Humeri :
  1. caput humeri
  2. cavitas glenoidalis
  • Artucilatio Cubiti :
  1. articulatio humeroradialis :
  • capitulum humeri
  • fovea capituli radii
  1. articulatio humeroulnaris :
  • trochlea humeri
  • incisura semilunaris
  1. articulatio radioulnalis proximalis :
  • circumferentia articularis radii
  • incisura radialis ulnae
  • Articulatio Radioulnalis Distalis :
  1. cireamferantina articularis ulnae
  2. incisura ulnaris radii
  • Articulatio Radiocarpea :
  1. facies articularis carpea radii
  2. cartilage triangularis
  • Articulatio Triquetropisformis :
  1. os. Triquetrum
  2. os. Pisiforme
  • Articulatio Intercarpea :
  1. ossa carpalia proximal
  2. ossa carpalia distal
  • Articulatio Carpometacarpea II-V :
  1. Ossa metacarpalia II-V
  2. Ossa carpalia distalis
  • Articulatio Carpometacarpea I :
  1. Os. Multangulum majus
  2. Os. Matacarpale I
  • Articulatio Metacarpophlanea :
  1. Capitulum metacarpal
  2. Basis phalang I
  • Articulatio Interphalangea:
  1. Trochlea phalang dibawahnya
  2. Basis phalang diatasnya

 

 

PERSENDIAN SCELETON EXTREMITATIS INFERIOR

 

Skeleton extremitas inferior disebut juga dengan rangka anggota bawah yang terdiri dari 66 tulang, yaitu :

  1. Gelang panggul (cingulum extremitas inferior)

  1. Os. Illium : tulang usus
  2. Os. Pubis : tulang kemaluan
  3. Os. Ischii : tulang duduk

Ketiganya tumbuh menjadi satu yaitu os. Coxae

  1. Rangga anggota bebas (skeleton exstrimitatis liberae inferior) terdiri dari :
  1. Os. Femur : tulang paha
  2. Os. Tibia : tulang kering
  3. Os. Fibula : tulang betis
  4. Os. Patella ; tulang tempurung lutut
  5. Os. Tarsus : tulang pangkal kaki, terdiri dari :
  • Os. Talus : tulang loncat
  • Os. Calcancus : tulang tumit
  • Os. Naviculare : tulang bentuk kapal
  • Os. Cunciforme I : tulang bentuk baji I

  • Os. Cunciforme II : tulang bentuk baji II

  • Os. Cunciforme III : tulang bentuk baji III

  1. Os. Metatarsus (tulang tapak kaki) terdiri dari :

  1. Os. Metatarsal I,II,III,IV,V

  1. Os. Digitipedis (tulang jari-jari kaki) terdiri dari :
  1. Os. Digitus I (ibu jari) terdiri dari 2 Phalang (ruas jari)
  2. Os. Digitus II,III,IV,V masing-masing terdiri dari 3 phalang

 

PERSENDIAN GELANG PANGGUL

 

  • Amphiarthrosis Sacroiliaca :
  1. Facies articularis sacralis
  2. Facies articularis iliaca
  • Symphysis Ossium Pubis :
  1. Facies symphyseos dexter
  2. Facies symphyseos sinister
  • Articulatio Sacrococcygea :
  1. Cornu sacralis
  2. Cornu coccygea

 

PERSENDIAN RANGKA ANGGOTA BEBAS

 

  • Articulatio Coxae :
  1. Caput femoris
  2. Acetabulum
  • Articulatio Genu (sendi lutut) terdiri dari 5 sendi yaitu :
  1. Articulatio meniscofemoralis medialis :
  • Meniscus
  • Facies articularis inferior condyli medialis
  1. Articulatio meniscofemoralis lateralis :
  • Meniscus
  • Facies articularis inferior condyli lateralis
  1. Articulatio meniscotibialis medialis :
  • Meniscus
  • Facies articularis superior condyli medialis
  1. Articulatio meniscofemoralis lateralis :
  • Meniscus
  • Facies articularis superior condyli lateralis
  1. Articulatio femoropatellaris :
  • Facies patellaris
  • Facies articularis mediale dan lateral patella

 

PERSENDIAN ANTARA TIBIA DAN FIBULA

  • Articulatio Tibiofibularis :
  1. Facies articularis fibularis tibiae
  2. Facies articularis capituli fibulae

 

 

  • Syndesmosis Tibiofibularis :
  1. Incisura fibularis tibiae
  2. Lig. Tibiofibularia anterior dan posterior
  • Articulatio Talotarsalis :
  1. Articulatio talocalcancaris (sendi loncat bagian belakang) :
  • Facies articularis calcaneaposterior
  • Facies articularis talaris posterior
  1. Articulatio talocalcanconavicularis (sendi loncat bagian depan) :
  • Facies articularis calcanea media
  • Facies articularis calcanea anterior
  • Facies articularis navicularis
  • Facies articularis talaris media
  • Facies articularis talaris anterior
  • Facies articularis talaris
  • Articulatio Tarsotranversa Chopart :
  1. Articulatio talonavicularis :
  • Facies articularis navicularis
  • Os. Naviculare bagian proximal
  1. Articulatio calcaneocuboidea :
  • Bagian proximal pada os. Cuboideum
  • Facies articularis cuboidea calcanci
  • Articulatio Tarsometatarsea Lisfranc :
  1. Basis ossium metatarsalium I-V
  2. Permukaan sendi distal ossa cunciformia I-II

  3. Os. Cuboideum
  • Articulatio Metatarsophalangea :
  1. Capitulum metatarsale
  2. Basis phalang I
  • Articulatio Interphalangea :
  1. Trochlea phalang diatasnya
  2. Basis phalang dibawahnya

Cara Merujuk dan Menulis Daftar Rujukan (TPKI UM)

 

CARA MERUJUK DAN MENULIS DAFTAR RUJUKAN

(Menurut TPKI UM)

By: Galih Rosy

 

1. Cara merujuk kutipan langsung

Kutipan yang berisi kurang dari 40 kata ditulis diantara tanda kutip (“…”) sebagai bagian yang terpadu dalam teks utama, dan diikuti naa penulis. Tahun, dan nomor halaman.

Contoh :

  • nama penulis disebut dalam teks secara terpadu

Soebronto (1990123) menyimpulkan “ada hubungan yang erat antara factor social ekonomi dengan kemajuan belajar”.

 

  • Nama penulis bersama dengan tahun penerbitan dan nomor halaman

Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah “ada hubungan yang erat antara factor social ekonomi dengan kemajuan belajar” (Soebronto, 1990:123).

 

  • Jika ada tanda kutip dalam kutipan, digunakan tanda kutip tunggal (‘…’)

Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah “terdapat kecenderungan semakin banyak ‘campur tangan’ pimpinan perusahaan semakin rendah tingkat pertisipasi karyawan di daerah perkotaan” (Soewignyo, 1991:101)

 

  1. Kutipan 40 kata atau lebih

Kutipan yang berisi 40 kata atau lebih ditulis tanpa tanda kutip secara terpisah dari teks yang mendahului, ditulis 1,2 cm dari garis tepi sebelah kiri dan kanan dan diketik dengan spasi tunggal.

Contoh :

Smith (1990:276) menarik kesimpulan sebagai berikut.

The ‘placebo effect’, wihich had been verified in previous studies,………effect.

(jika dalam kutipan terdapat paragraph baru lagi, garis barunya dimulai 1,2 cm dari tepi kiri garis teks kutipan)

 

  1. Kutipan yang sebagian dihilangkan

Apabila dalam mengutip langsung ada kata-kata dalam kalimat yang dibuang, maka kata-kata yang dibuang diganti dengan tiga titik.

Contoh :

“Semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah … diharapkan sudah melaksanakan kurikulum baru” (Manan, 1995:278)

 

Apabila ada kalimat yang dibuang, maka kalimat yang dibuang diganti dengan empat titik.

Contoh :

“Gerak maniputif adalah ketrampilan yang memerlukan koordinasi anatara mata, tangan, atau bagian tubuh lain …. Yang termasuk gerak manipulatif antara lain adalah menangkap bola, menendang bola, dan menggambar” (Asim, 1995:315).

 

 

  1. Cara merujuk kutpan tidak langsung

Kutipan yang disebut secara tak langsung atau dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri tanpa tanda kutip dan terpadu dalam teks. Nama penulis bahan kutipan dapat disebut terpadu dalam teks, atau disebut dalam kurung bersama tahun penerbitannya. Jika memenungkinkan nomor halaman disebutkan.

Contoh :

Salimin (1990:13) tidak menduga bahwa mahasiswa tahun ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat.

 

Nama penulis disebut dalam kurung bersama tahun penerbitannya.

Contoh :

Mahasiswa tahun ketiga ternyata lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat (Salimin, 1990:13)

 

  1. Cara menulis daftar rujukan

Pada dasarnya, unsure yang ditulis dalam daftar rujukan secara berturut-turut meliputi (1) nama penulis ditulis dengan urutan : nama akhir, nama awal, dan nama terngah, tanpa gelar akademik, (2) tahun penerbitan, (3) judul, termasuk anak judul (subjudul), (4) kota tempat penerbitan, dan (5) nama penerbit.

 

  1. Rujukan dari buku

Contoh :

  1.  
    • Strunk, W. Jr. & White, E.B. 1979. The Elements of Style (3rd ed.).

New York: Macmillan.

  1.  
    • Dekker, N. 1992. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa: dari pilihan

satu-satunya ke satu-satunya azas. Malang: FPIPS IKIP

MALANG.

 

  1. Jika ada beberapa buku yang dijadikan sumber ditulis oleh orang yang sama dan diterbitkan dalam tahun yang sama pula, data tahun penerbitan diikuti oleh lambing a, b, c, dan seterusnya.

contoh :

  • Cornet, L. & Weeks, K. 1985a. Career Ladder Plans: Trends and Emerging

Issues-1985. Atlanta, GA: Career Ladder Clearinghouse.

  • Cornet, L. & Weeks, K. 1985b. Career Ladder Plans:Lessons from the

states. Atlanta, GA: Career Ladder Clearinghouse.

 

  •  
    1. Rujukan dari buku yang berisi kumpulan artikel (ada editornya)

Seperti menulis rujukan dari buku ditambah dengan tulisan (Ed). Jika ada satu editor dan (Eds). Jika editornya lebih dari satu, diantara nama penulis dan tahun penerbitan.

Contoh:

  • Letheridge, S. & Cannon, C.R. (Eds.). 1980. Bilingual Education:

Education : Teaching English as a second Language. New York:

Preager.

  • Aminudin (Ed.). 1990. Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra. Malang: HISKI Komisariat Malang dan YA3.

 

  •  
    1. Rujukan dari artikel dalam buku kumpulan artikel (ada editornya)

Nama penulis artikel ditulis di depan diikuti dengan tahun penerbitan. Judul artikel ditulis tanpa cetak miring.Nama editornya ditulis seperti menulis nama biasa, diberi keterangan (Ed.) bila hanya satu editor, dan (Eds.) bila lebih dari satu editor. Judul buku kumpulannya ditulis dengan huruf miring, dan nomor halamannya disebutkan dalam kurung.

Contoh :

  • Hartley, J.T., Harkey, J.O. & Walsh, D.A. 1980. Contemporary Issues and New Directions in Adult Development of Learning and Memory. Dalam L.W. Poon (Ed.), Aging in the 1980s: Psychological Issues (hlm. 239-252). Washington, D.C.: American Psychological Association.
  • Hasan, M.Z. 1990. Karakteristik Penelitian Kualitatif. Dalam Aminuddin (Ed.), Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra (hlm. 12-25). Malang: HISKI Komisariat malang dan YA3.

 

  1.  
    1. Rujukan dari artikel dalam Jurnal

Nama penulis ditulis paling depan diikuti dengan tahun dan judul artikel yang dulis dengan cetak biasa, dan huruf besar pada setiap awal kata. Nama jurnal ditulis dengan cetak miring, dan huruf awal dari setiap katanya ditulis dengan huruf besar kecuali kata hubung. Bagian akhir berturut-turut ditulis jurnal tahun keberapa, nomor berapa(dalam kurung), dan nomor halaman dari artikel tersebut.

Contoh :

Hanafi, A. 1989. Partisipasi dalam Siaran Pedesaan dan Pengadopsian Inovasi. Forum Penelitian, 1(1): 33-47).

 

  1.  
    1. Rujukan dari artikel dalam jurnal dari CD-ROM

Penulisannya didaftar rujukan sama dengan rujukan dari artikel dalam jurnal cetak ditambah dengan penyebutan CD-ROMnya dalam kurung

Contoh:

Krashen, S., Long, M. & Scarcella, R. 1979. Age, rate and Evantual Attainment in Second Language Acquisition. TESOL Quarterly, 13:573-82 (CD-ROM: TESOL Quarerly-Digital, 1997).

 

  1.  
    1. Rujukan dari artikel dalam majalah atau Koran

Nama penulis ditulis paling depan, diikuti oleh tanggal, bulan, dan tahun (jika ada). Judul artikel ditulis dengan cetak biasa, dan huruf besar pada setiap huruf awal kata, kecuali kata hubung. Nama majalah ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf pertama setiap kata, dan dicetak miring. Nomor halaman disebut pada bagian akhir.

Contoh:

  • Gardner, H. 1981. Do Babies Sing a Universal Song? Psychology Today, hlm. 70-76.
  • Huda, M. 13 November, 1991. Menyiasati Krisis Listrik Musim Kering. Jawa Pos, hlm. 6.
  • Suryadarma, S.V.C. 1990. Prosesor dan Interface: komunikasi Data. Info Komputer, IV (4): 46-48.

 

  1.  
    1. Rujukan dari Koran tanpa penulis

Nama Koran ditulis di bagian awal, tanggal, bulan, dan tahun ditulis setelah nama Koran, kemudian judul ditulis dengan huruf besar-kecil dicetak miring dan diikuti dengan nomor halaman.

Contoh:

Jawa Pos. 22 April, 1995. Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri, hlm.3.

 

  1.  
    1. Rujukan dari dokumen resmi pemerintah yang diterbitkan oleh suatu penerbit tanpa penulis dan tanpa lembaga

Judul atau nama dokumen ditulis dibagian awal dengan cetak miring, diikuti tahun penerbitan dokumen, kota penerbit dan nama penerbit

Contoh:

Undang-Undang Republika Indonesia Nomor 2 Thun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, 1990. Jakarta: PT Armas Duta Jaya.

 

  1.  
    1. Rujukan dari Lembaga yang ditulis atas nama lembaga tersebut

Nama lembaga penanggungjawab langsung ditulis paling depan, diikuti dengan tahun, judul karangan yang dicetak miring, nama tempat penerbitan, dan nama lembaga yang bertanggungjawab atas penerbitan karangan tersebut.

Contoh:

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1978. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

 

  1.  
    1. Rujukan berupa karya terjemahan

Nama penulis asli ditulis paling depan, diikuti tahun penerbitan karya asli, judul terjemahan, nama penerjemah, tahun penerjemah, nama tempat penerbitan dan nama penerbit terjemahan. Apabila tahun penerbitan buku asli tidak dicantumkan, ditulis dengan kata “Tanpa tahun”

Contoh:

Ary, D.,Jacobs, L.C. & Razavieh, A. Tanpa tahun. Pengantar Penelitian Pendidikan. Terjemahan oleh Arief Furchan. 1982. Surabaya: Usaha Nasional.

 

  1.  
    1. Rujukan berupa skripsi, tesis, dan disertasi

Nama penulis ditulis paling depan, diikuti tahun yang tercantum pada sampul, judul skripsi, tesis atau disertasi ditulis dengan cetak miring diikuti dengan pernyataan skripsi, tesis, atau disertasi tidak diterbitkan, nama kota tempat perguruan tinggi, dan nama fakultas serta nama perguruan tinggi.

Contoh:

Pangaribuan, T. 1992. Perkembangan Kompetensi Kewacanaan Pembelajar Bahasa Inggris di LPTK. Disertasi tidak diterbitkan. Malang: Program Pascasarjana IKIP MALANG.

 

  1.  
    1. Rujukan berua makalah yang dsajikan dalam seminar, penataran, atau lokakarya

Nama penulis ditulis paling depan, dilanjutkan dengan tahun, judul makalah ditulis dengan cetak miring, kemudian diikuti pernyataan “Makalah disajikan dalam ..”., nama pertemuan, lembaga penyelenggara, tempat penyelenggaraan, dan tanggal serta bulannya.

Contoh:

  • Huda, N. 1991. Penulisan Laporan Penelitian untuk Jurnal. Makalah disajikan dalam Lokakarya Penelitian Tingkat Dasar bagi Dosen PTN dan PTS di Malang Angkatan XIV, Pusat Penelitian IKIP MALANG, Malang, 12 Juli.
  • Karim, Z. 1987. Tatakota di Negara-negara Berkembang. Makalah disajikan dalam Seminar Tatakota, BAPPEDA Jawa Timur, Surabaya, 1-2 September.

 

  •  
    1. Rujukan dari internet berupa karya individual

Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tahun, judul karya tersebut (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, diantara tanda kurung.

Contoh:

Hitchcock, S., Carr, L. & Hall, W. 1996. A Survey of STM Online Journals, 1990-95: The Calm before the Storm, (Online), (http://journal.ecs.soton.ac.uk/survey/survey.html, diakses 12 Juni 1996).

 

  1. Rujukan dari Internet berupa artikel dari jurnal

Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tahun, judul artikel, nama jurnal (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), Volume dan nomor, dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, diantara tanda kurung.

Contoh:

  • Griffith, A.I. 1995. Coordinating Familiy and School: Mothering for Schooling. Education Policy Analysis Archives, (Online), Vol. 3, No.1, (http://olam.ed.asu.edu/epaa/, diakses 12 Februari 1997).
  • Kurmaidi. 1998. Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya. Jurnal Ilmu Pendidikan, (Online), jilid 5, No.4, (http://www.malang.ac.id, diakses 20 januari 2000).
  •  
    1. Rujukan dari internet berupa bahan diskusi

Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tanggal, bulan, tahun, topic bahan diskusi (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (online), dan diakhiri dengan alamat e-mail sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, diantara tanda kurung.

Contoh:

Wilson, D. 20 November 1995. Summary of Citing Internet Sites. NETRAIN Discussion List, (online), (NETRAIN@ubvm.cc.buffalo.edu, diakses 22 Nopember 1995).

 

  1. Rujukan dari Internet berupa E-mail pribadi

Nama pengirim (jika ada) dan disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail pengirim), diikuti secara berturut-turut oleh tanggal, bulann, tahun, topic isi bahan (dicetak miring), nama yang dikirimi disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail yang dikirimi).

Contoh:

 

 

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.