Meningkatkan Atlet Renang Di Indonesia????

2.1 Pengaruh kwalitas atlet renang terhadap prestasi

Sebagai seorang atlet, hendaknya mempunyai kwalitas yang baik. Hal ini memang menjadi tuntutan seorang atlet, baik bagi attlet lama atau atlet baru. Karena dengan kwualitas yang baik atlet tersebut bisa mendapatkan prestasi. Apa lagi pada kenyataan yang sekarang, begitu ketatnya persaingan-persaingan di dunia olahraga terutama olahraga renang .

Di indonesia memang olahraga renang kurang begitu terkenal seperti olahraga sepak bola dan basket tapi olahraga renang ini sudah mulai ada perkembangan, hal ini di buktikan dengan begitu banyaknya turnamen-turnamen. Dengan adanya turnamen ini di maksudkan muncul generasi-generasi muda yang bisa menggantikan generasi lama dengan kwualitas yang lebih baik.

Untuk membentuk atlit yang berkwalitas tentunya di perluksn pembelajaran yang benar-benar sesuai dengan konsep latihan-latihan yang terjadwal dengan baik, disamping itu sarana dan prasarana juga bisa mempengaruhi kwalitas atlet renang itu sendiri. Karena dengan sarana dan prasarana yang baik kegiatan-kegiatan pelatihan akan menjadi akan lebih mudah tanpa terkendala satu apapun.

Misalnya saja sarana yang ada di Eropa, begitu jauh dengan sarana yanga ada di negara kita. Dengan sarana yang lengkap itulah mereka bisa berkompetisi dengan baik, karena di dukung oleh kwalitas perenang dengan kelengkapan sarananya yang baik.

Namun sekali lagi, meskipun sarananya tidak lengkap setidaknya bisa menunjang latiha latihan itu sendiri, sehingga seorang atlit tersebut kwalitasnya berkembang dengan demikian prestasi dapat diraih atau digapai.

Jadi kwalitas sangat penting sekali dan itu harus dimilik oleh seorang atlet apabila mereka mau perprestasi lebih tinggi lagi. Apabila persaingan persaingan olahraga di dunia ini semakin ketat dan kita di tuntut untuk mengalahkannya.

2.1.1 Kwalitas atlet mempengaruhi kemenangan

Tidak bisa dipungkiri bahwa seorang atlet yang berkwalitas pasti akan lebih mudah memperoleh prestasi. Dengan kwalitas-kwalitas itulah peluang itulah peluwang untuk memperoleh kemenangan akan lebih terkbuka. Misalnyasaja kita liat kwalitas atlet Amerika Micel philip dengan kwalitas yang memadai bisa memperoleh mendali emas di ajang olimpiade Beijing, bahkan dengan kwalitas yang dia miliki dia tidak hanya memperoleh satu emas saja tetapi dia mampu memperoleh 8 mendali emas, sehingga menjadikan dia sebagai atlet terbaik Amerika pada tahun 2008, meskipun akhirnya dia di sinyalir menggunakan obat-obatan terlarang (doping).

Karena sering kali dalam turnamen ada yang namanya persaingan disinilah seorang atlet tersebut harus mempunyai kwalitas sehingga dalam turnamen tersebut bisa mendapat peluang kemenangan yang besar atau semakin terbuka, meskipun kadang-kadang faktor keberuntungan juga ada disana. Dengan demikian kwalitas seorang atlet sangatlah penting untuk menggapai prestasi juga dengan prestasi yang memumpni itulah peluang dalam memperoleh kemenangan akan semakin terbuka lebar. Dengan adanya pernyataan-pernyataan di atas, kita bisa memperoleh suatu pelajaran dimana dengan kwalitas yang baik cenderung seorang atlit itu bisa berpeluang untuk memperoleh suatu kemenangan. Tidak terkecuali dengan kita bisa meningkatkan diri dengan kwalitas yang bagus maka tidak menutup kemungkinan kita juga bisa memperoleh kemenangan-kemenangan atau kesuksesan apa yang telah di raih.

3.1.2 Kwalitas atlit menentukan frekuensi memperoleh prestasi

Sering kita mendengar,”keberuntungan merupankan faktor yang kesekian kalinya yang bisa mempengaruhi seprang atlet dalam memperoleh kemenangan” itu memang benar tetapi presentasinya sangat kecil karena keberuntungan itu merupakan hal yang tidak di rencanakan jadi bisa datang kapanpun bahkan tidak datang sama sekali.

Namun tentunya menjadi seorang atlet janganlah sulit sekali kali mengedepankan yang namanya keberuntungan, karena dengan mengandalkan hal itu keberhasilan akan sulit di raih.

Jadi pada faktanya seorang atlet itu di tuntut untuk memiliki kwalitas yang memadai karena dengan kwalitas yang memadai tersebut akan menambah frekuensi prestasi lebih terbuka. Tentunya untuk menghasilkan kwalitas yang baik ini tidaklah mudah semudah membalikan telapak tangan, tetapi dituntut kerja keras. Tidak trkecuali olahraga renang. Dalam olahraga yang satu ini kwalitsa atlet renang benar-benar menjadi persoalan yang paling kompleks atau yang paling utama. Karena tanpa adanya kwalitas yang bagus tentunya dalam suatu persaingan akan sulit apalagi pada kejuaraan-kejuaraan yang sangat ketat sekali, disini kwalitas atlet sangat menentukan sekali, disamping mental saat bertanding atltet itu sendiri.

Sering dijumpai pada tayangan televisi ada seorang anak yang mendapat penghargaan yang banyak sekali, hal itu memang tidak terlepas dari kwalitas anak itu sendiri dalam mengikuti turnamen-turnamen tersebut. Dari frekuensi perolehan prestasi anak tersebut terlepas dari kwalitas, memang benar kwalitas itu tidak terlepas dari frekuensi latihan-latihan yang tersusun rapi. Jadi pada intinya frekuensi perolehan prestasi di tentukan kwalitas atlit itu sendiri untuk membentuk atlit-atlet yang berkwalitas tidaklah mudah, harus diperlukan perjuangan yang besar baik dari atlet itu sendiri atau dari elemen yang lain.

2.2 Memperbaiki kwalitas atlet

2.2.1 Memperbaiki sarana dan prasarana

Melihat fakta yang sekarang ini, untuk membentuk kwalitas atlit tidak mudah ketidak mudah, ketidak mudahan itu disebabkan salah satunya pada sarana dan prasarana yang kurang memadai, apa lagi sarana yang di butuhkan dalam olahraga sangatlah mahal. Dengan demikian salah satu hal yang harus dilakukan untuk membentu atlet yang berkwalitas adalah dengan menyediakan sarana dan prasarana yang memungkinkan untuk mempermudah proses latihan itu sendiri.

Kalau seandainya benar-benar tidak bisa untuk menyediakan sarana yang lengkap setidaknya bisa di sediakan sarana yang secara umum yang di butuhkan di olaraga renang, tidak perlu sarana yang lebih spesifik karena harganyapun sulit di jangkau, tapi kita harus menyediakan sarana dan prasarana yang agar lebih mudah untuk proses belajar. Di samping kita tidak bisa mengadakan sarana yang cukup baik kita bisa memperbaiki sarana yang ada.

Saran yang kurang layak hal itu bisa menghambat seorang atlet beraktifitas dan tentunya akan menghambat untuk berprestasi. Dan kita bisa mengganti sarana yang mahal itu dengan saran yang sederhana dan ini memeang sangat membantu untuk olahraga itu sendiri.

Kadang kala seorang atlit itu bisa berprestasi dengan sarana dan prasarana yang serba kurang tapi itu kasus yang kiranya tidak boleh di jadikan untuk tidak bisa mengusahakan suatu sarana dan prasarana, karena sarana itu sangat penting sekali jika seorang atlit ingin memperoleh prestasi yang baik dan mengambangkan.

Jadi pada dasarnya saran ini merupakan memerlukan perhatian yang khusus selam permasalahan internal dari atlet ini sendri. Tentunya dalam sebuah olahraga di internal dan exsternal harus mendapat perhatian yang sama kerna dalam keadaan aspek ini sangat berhubungan erat sekali.

2.2.2 Menerapkan tenik yang banar

Tentunya dengan memuat jadwal latihan yang tertata rapi, latihan yang rutin, dan perhatian terhadap sarana, aspek-aspek yang penting untuk meningkatkan kualitas seorang atlet adalah debgan menerapkan tehnik yang benar dalam renang itu sendiri: Adapun tehnik-tehniknya adalah

  1. Gaya bebas
  2. Gaya dada
  3. Gaya Punggung
  4. Gaya Kupu – kupu

Renang Gaya Bebas

1. Posisi Badan

posisi badan harus horizontal. Walaupun kaki masih cukup dalam di dalam air. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar posisi badan sejajar / horizontal yaitu :

  1. Dahi dan telinga jangan sampai berada di atas permukaan air
  2. Punggung dan pantat sedikit berada di atas permukaan air
  3. Otot – otot perut dan leher rilek.

2. Gerakan Kaki

Adapun cara melakukan gerakan kaki pada renang gaya bebas adalah :

  1. Gerakan kaki dimulai dari pangkal paha sampai dengan ujung jari
  2. Pada waktu gerakan kaki ke bawah harus disertai cambukan dari pergelangan kaki.
  3. Gerakan kaki ke atas dilakukan lemas (rilek) jangan sampai keluar dari permukaan air.
  4. Gerakan kaki ke atas dan ke bawah dilakukan secara bergantian.

Bentuk – bentuk latihan gerakan kaki, antara lain :

  1. Menggerakkan kedua kaki naik turun secara bergantian sambil duduk di pinggir kolam.
  2. Dengan sikap salah satu tangan memegang parit kolam dan tangan yang lain membentuk sudut siku kedua lurus ke belakang kemudian gerakan naik turun secara bergantian dengan sumber gerakan pada pangkal paha.

Demulai dari pinggi kolam dengan salah satu kaki mendorong dinding, kemudian sambil meluncur kedua kaki digerakkan naik turun dengan sumber gerakan pada pangkal paha.

3. Gerakan Tungkai

Dalam renang gaya bebas, tungkai kaki yang utama adalah sebagai stabilisator dan sebagai alat untuk menjadikan kaki tetap tinggi dalam keadaan streamline. Sehingga tahanan menjadi kecil.

Cara melakukan gerakan tungkai adalah sebagai berikut.

  1. Tungkai digerakkan dari pangkal paha
  2. Lutut dan pergelangan kaki melentur
  3. Ujung kaki lurus
  4. Dua atau empat atau delapan gerakan tungkai tiap tua gerakan lengan.

4. Gerakan Lengan

gerakan tangan gaya bebas dibagi menjadi 3 tahap yaitu :

  1. Gerakan menarik (pull)
  2. Dari posisi lurus ke depan, lengan ditarik silang di bawah dada dengan siku dibengkokkan.
  3. Gerakan mendorong (push)
  4. Setelah siku mencapai bidang vertical bahu, dilanjutkan dengan mendorong sampai lengan lurus ke belakang.
  5. Istirahat (Recovery)

Setelah gerakan mendorong selesai dan tangan lurus ke belakang dilanjutkan dengan mengangkat siku keluar dari air diikuti lengan bawah dan jari – jari secara rileks digeser ke depan permukaan air kemudian jari – jari dimasukkan ke dalam air.

Teknik gerakan lengan pada renang gaya bebas :

Siku tinggi (di atas air dan di air)

  1. Telapak tangan rendah saat di atas air
  2. Pergelangan tangan ke dalam saat memulai
  3. Tarikan lengan terpusat pada alur pola gerak
  4. Ibu jari menyentuh paha
  5. Pola gerakan lengan adalah pola gerakan huruf “s”
  6. Ada dorongan kelajuan

Bentuk – bentuk latihan gerak lengan :

  1. Berdiri di darat atau di kolam yang dangkal, kedua kaki dibuka selebar bahu, badan dibungkukkan ke depan dan kedua tangan lurus ke depan
  2. Lakukan gerakan menarik, menendang, dan recovery seperti teknik yang telah dijelaskan diatas, dengan kedua tangan secara bergantian.
  3. Latihan gerakan lengan sambil meluncur, dimulai dari pinggir kolam, gerakan kaki bebas (boleh digerakkan atau tidak)

Gerakan – gerakan lengan pada renang gaya bebas perperan sebagai tenaga atau penggerak di samping sebagai pengatur keseimbangan tubuh.

5. Mengapung

Mengapung dilaksanakan dengan posisi awal berdiri. Mengapun yang dimaksud adalah mengapun pasir di tempat (mengapung jongkok telungkup). Dalam renang yang sangat mendukung teknik mengapung adalah dorongan dan tahanan. Jadi setiap gerakan maju dari seorang perenang, tergantung dari kekuatan tahanan dan dorongan Tahanan adalah kekuatan yang menahan perenang untuk kembali yang disebabkan oleh air yang menahannya untuk ke depan. Dorongan adalah kekuatan yang menyebabkan perenang maju yang dihasilkan oleh gerakan kaki dan lengan.

Tahanan dalam renang ada tiga tipe, yaitu :

1. Tahanan depan (frontal resistance)

2. Tahanan gesekan air ( skin tiction)

3. Tahanan pusaran air ( Eddy resistance)

Setiap tahanan yang disebabkan letak badan yang tidak tepat, akan mengurangi kecepatan perenang.

6. Meluncur

luncuran dalam renang gaya bebas pada hakikatnya sama dengan luncuran gaya renang yang lain (kecuali gaya punggung atau telentang), lluncuran ada dua macam, yaitu :

a. Luncuran Pasif

Adalah luncuran yang diakibatkan oleh kegiatan orang lain yang menolong. Luncuran ini dapat dilakukan dengan cara :

  1. Luncuran dengan pertolongan dua orang
  2. Luncuran dengan pertolongan satu orang dengan cara menarik lengannya.
  3. Luncuran dengan pertolongan satu orang dengan cara didorong tungkainya.
  4. Luncuran dengan pertolongan satu orang dengan didukung (dipegang perut dan pahanya)

b. Luncuran aktif, ada 2 macam yaitu :

  1. Luncuran aktif dari dinding kolam
  2. Luncuran aktif dari dasar kolam

Tarikan renang gaya bebas adalah sumber pokok dari luncuran dan oleh perenang dijadikan sebagai satu – satunya sumber dorongan atau luncuran.

7. Pernafasan

Pernafasan pada gaya bebas sangat mempengaruhi badan dalam streamrine. Putaran kepala untuk pernafasan haruslah dilaksanakan dengan axl (sumbu putaran) garis sepanjang badan. Sehingga kepala tidak akan naik terlalu tinggi dari permukaan air. Pengambilan udara dilakukan dengan mulut. Dengan kata lain, pengambilan nafas dilakukan melalui mulut dengan cara memiringkan kepala ke kanan atau ke kiri dimulai setelah akhir dari gerakan tangan menarik (pull). Kemudian setelah istirahat (Recovery) kepala segera masukkan ke dalam air keluarkajn udara dari mulut. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari masuknya air ke hidung dan untuk mempersingkat waktu pengambilan udara karena harus dilakukan dengan cepat.

Cara – cara pengambilan nafas :

  1. Lengan kanan diayunkan ke belakang sampai dibelakang pantat. Bersamaan dengan gerakan ini, kepala menengok kea rah kanan sambil membuka mulut dan menghirup udara. Lengan kiri bergerak ke atas air menuju kea rah depan. Pada saat yang sama melakukan gerakan lengan kanan dan menghirup udara.
  2. Lengan kiri diayunkan ke belakang seperti halnya lengan kanan tadi, lengan kanan bergerak ke depan. Kepala kembali menghadap ke dasar kolam sambil menghembuskan udara melalui hidung atau mulut air.
  3. Sikap awal berdiri kangkang muka belakang di dasar kolam dangkal
  4. Badan membungkuk, lengan kanan kea rah depan, lengan kiri kea rah belakang.
  5. Kepala masuk ke dalam air.

Bentuk – bentuk latihan pernafasan

  1. Menghadap pinggir kolam dengan kedua tangan berpegangan pada parit (dikolam yang dangkal), rendahkan kedua lutut hingga kepala masuk ke dalam air. Putar leher ke kanan atau ke kiri, pada saat mulut berada di atas permukaan air hirup udara sebanyak – banyaknya melalui mulut, kemudian putar kembali dan pada saat mulut berada di dalam air keluarkan udara.
  2. Latihan mengambil nafas diawali dengan meluncur dari pinggir kolam.

8. Rangkaian renang gaya bebas secara keseluruhan

Rangkaian renang gaya bebas terdiri dari :

  1. Posisi badan
  2. Gerakan kaki
  3. Gerakan Lengan
  4. Gerakan pengambilan nafas
  5. Pengambilan nafas

9. Latihan koordinasi gerakan

Latihan koordinasi gerakan yaitu melakukan beberapa gerakan dalam suatu rangkaian latihan, sebelum latihan renang gaya bebas, secara keseluruhan.

Beberapa macam latihan koordinasi gerakan antara lain :

  1. Latihan gerakan lengan dan mengambil nafas diawali dengan meluncur dari pinggir kolam.
  2. Latihan gerakan kaki, lengan, dan mengambil nafas.

Apabila teknik-teknik dasar renang gaya bebas tersebut sudah dikuasai dengan baik, berarti anda telah dapat melakukan renang gaya bebas (crawl).Untuk meningkatkan ketrampilan renang diperlukan latihan dyang intensif dan sungguh-sungguh.

2.2.2. Membedakan renang gaya bebas dengan gaya punggung

Ada banyak perbedaan yang terjadi antara renang gaya bebas dengan renang gaya punggung. Perbedaan antara lain :

1. Posisi badan

seperti yang tercantum dimuka bahwa dalam renang gaya bebas, posisi badan harus horisontal, walaupun kaki masih cukup dalam di dalam air, sedangkan pada renang gaya pungung, posisi badan terlentang. Untuk mempertahankan posisi tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

a. dada, bahu, dan panggul berada di dalam air

b. wajah berada sedikit diatas permukaan air sehingga dapat leluasa   untuk mengambil nafas

c. kedua kaki lebih rendah dari punggung dan secara bergantian menendang air.

2. Gerakan kaki

Gerakan kaki pada gaya punggung pada prinsipnya sama dengan gerakan kaki pada gaya bebas, hanya dalam posisi terbalik.

Bentuk-bentuk latihan gerakan kai :

a. duduk di pinggir kolam kedua kaki diluruskan ke dalam air, kemudian lakukan gerakan kaki

b. dengan posisi terlentang, kedua tangan pepegang pinggir kolam

c. dengan posisi terlentang menggunakan pelampung

3. Pernafasan

Pengambilan nafas gaya punggung sangat berbeda dengan gaya bebas. Pengambilan nafas gaya punggung lebih mudah karena mulut dan hidung selalau diatas permukaan air, tinggal mengatur waktunya saja.

Membedakan renang gaya bebas dengan gaya kupu-kupu

Pola renang gaya bebas mempunyai persamaan dan perbedaan dengan pola gaya renang kupu-kupu. Persamaan terletak pada teknik meluncurnya. Sedangkan perbedaannya terletak pada gerakan lengan.

Gerakan lengan

  1. Pada renang gaya bebas terdapat 3 macam gerakan lengan, yaitu gerakan menarik (pull), mendorong (push), dan istirahat (recovery). Sedangkan
  2. Pada saat renang gaya kupu-kupu, terdapat dua macam gerakan renang, yaitu saat lengan diatas air dan dibawah air.

2.2.3. Menigkatkan gizi atlet

Gizi yang baik memang dibutuhkan oleh setiap individu dalam menjalankan aktivitas. Tidak terkecuali olohraga renang.

Olahraga yang satu ini memang benar-benar membutuhkan gizi yang bagus untuk atletnya karena dengan gizi yang baik itu akan mempengaruhi seorang atlet terjun di lapangan, karena gizi yang baik itupun bisa mempengaruhi kualitas seorang atlet. Kita juga perlu mengatur akan suplai gizi yang akan dikonsumsi oleh atlet sewaktu mau mengikuti suatu kejuaraan, misalnya sewaktu mau lomba seorang atlet itu diharuskan jangan sampai makan-makanan yang sulit dicerna /lama dicerna sewaktu mau tanding kurang dari satu, karena hal itu akan berisiko pada kemampuan atlet saat bertanding.

Setidaknya seorang atlet itu bisa makan dua atau satu jam sebelum mengikuti kejuaraan, karena waktu antara dua atau satu jam itu makanan yang sudah dikonsumsi oleh atlet itu sudah diproses dengan baik sehingga tidak mengganggu penampilan atlet. Hal itulah yang benar-benar harus menjadi perhatian seorang atlet, terutama untuk pelatih bisa bagaimana agardia memperhatikan anak didiknya atau atletnya sebelum mengikuti kejuaraan, tidak lain tentunya juga memperhatikan hal-halyang harus dikonsumsi sebelum berjuang.

2.2.4. Pengembangan penanaman kepribadian

Di dalam dunia olahraga ada hal-hal yang tentunya menjadi perhatian bagi semua kalangan tidak hanya atlet tetapi juga pelatih itu sendiri. Seorang pelatih tidak hanya bagaimana dia memberikan materi tentang latihan maupun hal-hal yang lain. Tapi, hal penting yang harus diperhatikan adalah ” pengembangan penanaman kepribadian atlet”. Karena pada hal ini terkadang seorang pelatih itu menyepeleken bahkan tidak mengerti akan hal ini, padahal pengembangan penanaman kepribadian atlet itu sangatlah mempengaruhi penampilan atlet di lapangan.

Sering kit mendengar, banyak atlet yang pada waktu jam malam seharusnya sudah istirahat malah banyak yang keluyuran sehingga sering kali pada pelatih yang menerapkan sistem jam malam yang ketat itu sangat perhatian sekali. Sering kali banyak atlet yang di coret gara-gara indisipliner, hal ini sangatlah ironis sekali.
Dengan pengembangan penanaman kepribadian atlet, maka atlet diharapkan dalam mengikuti suatu kejuaraan benar-benar mentalnya itu tertanam dengan baik, karena mental adalah merupakan salah satu hal yang bisa mempengaruhi penampilah atlet di lapangan. Seandainya dia mempunyai mental yang bagus dalam bertanding, tentunya dia akan bisa menguasai emosi dirinya dengan baik dan jika atlet itu tidak memiliki mental yang bagus tentunya dalam beranding dia akan sudah merasakan kalahsebelum bertanding.

6 Komentar

  1. pilat

  2. cukup bagus ada liputan seperti ini. saya mau tanya. Apakah ada cara pelatihan prestasi untuk renang anak usia dini KU 7-8 thn, 9-10 thn, 11-12 thn… tks

  3. mas,,bahas tentang cedera akibat olahraga renang dunk..

  4. Terima kasih atas informasinya

  5. Kyknya ngerti bgt y,, apa yg nulis ini jga atlet renang???


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s